Tanda-Tanda Terkena Usus Buntu

Usus buntu termasuk penyakit yang tiba-tiba, dan bisa menyerang siapa saja. Tanda-tandanya sering kali tidak diketahui sedangkan penyakit usus buntu ini sendiri memerlukan penanganan yang cepat, karena jika tidak dapat berbahaya. Penyebab pasti dari penyakit usus buntu ini sendiri masih belum dapat dipastikan, namun faktor penyebabnya bisa karena sulit buang air besar (seperti kita tahu, usus buntu itu merupakan ujung dari usus besar yang memang buntu, ukurannya sebesar jari kelingking), jadi feses yang sulit dikeluarkan atau agak keras tersebut akhirnya tertimbun di usus buntu dan menyebabkan usus buntu sendiri membesar atau membengkak, faktor lainnya adalah karena adanya benda asing yang masuk ke saluran pencernaan, parasit, infeksi bakteri, cacing, dan juga bakteri escherichia coli. Gejala dari penyakit usus buntu ini terbagi atas 2 jenis, yaitu:
-penyakit usus buntu yang mendadak : badan demam, panas naik turun, rasa mual dan muntah, sakit pada bagian bawah perut sebelah kanan, kaki kanan terasa sakit untuk diangkat ke atas, sehingga jalan agak membungkuk.
-penyakit usus buntu kronik : sedikit berbeda dengan ciri-ciri di atas, tapi agak mirip dengan sakit maag. Nyerinya terasa agak sama di sekitar pusar, terkadang ada demam dan hilang timbul, rasa mual dan muntah, kemudian sakitnya pindah ke bagian bawah perut sebelah kanan. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan sendiri, biasanya tampak pembengkakkan rongga perut, perut terasa agak tegang, sakit jika ditekan, dan setelah dilepaskan sakitnya juga tetap terasa. Itu tandanya sudah akut. Penanganan penyakit usus buntu ini adalah operasi. Jika belum terlalu parah (masih terjadi pembengkakan usus) dapat dilakukan operasi kecil saja. Namun jika sudah termasuk parah, misalnya sudah bernanah (infeksi) atau usus buntunya sudah pecah maka harus dengan cara operasi besar. Jika penderita saat itu sedang menderita sakit lain misalnya batuk atau flu, operasi harus ditunda, karena orang yang opersi tidak boleh sedang menderita batuk atau flu, harus disembuhkan terlebih dahulu, karena pada saat batuk atau flu itu nanti dapat menyebabkan luka bekas operasi terasa sakit atau bahkan jahitannya lepas kembali. setelah ke luar dari rumah sakit, atau proses penyebuhan penderita tidak boleh mengangkat yang berat-berat karena bekas opersinya bisa terbuka. Minimal selama setahun penuh.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Flu Pada Musim Pancaroba

Standar Konsumsi Air Putih